Archive for the ‘Bahasa Indonesia’ Category

ABSTRAKSI

Dalam setiap perusahaan maupun wirausaha memiliki tujuan untuk memaksimalkan laba (keuntungan). Strategi pemasaran merupakan suatu alat yang dapat menentukan hasil maupun optimalnya suatu cara memasarkan produk. Dengan mengetahui strategi pemasaran suatu perusahaan kita dapat pelajaran untuk menganalisa seberapa penting nya pemasaran dalam dunia usaha untuk penjualan suatu produk agar tidak mengalami kerugian.

Dari hasil penelitian ini, penulis ingin mengetahui seberapa dalam dan pentingnya pemasaran yang diterapkan oleh “Alfamart” dalam meraih pangsa pasarnya di dunia usaha yang sudah mengeraglobalisasi.

      i


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah yang telah memberikan rakhmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan ilmiah yang berjudul “Strategi Pemasaran Alfamart Dalam Meraih Pangsa Pasarnya Di Dunia Usaha”. Dan sebagai syarat untuk melengkapi dan melanjutkan studi ke jenjang starata satu di Universitas Gunadarma.

Penulis menyadari bahwa keberhasilan penulisan ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, baik langsung maupun tidak langsung. Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar- besarnya kepada:

  1. Allah SWT. Yang telah memberikan nikmat sehatnya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan ilmiah ini dengan baik.
  2. Kepada kedua orang tua penulis yang telah memberikan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan tulisan ilmiah ini.
  3. Kepada teman-teman selaku mahasiswa Univ. Gunadarma yang telah membantu saya dengan dukungan dan support hingga terbentuknya penulisan ilmiah ini.

  ii


DAFTAR ISI

 

ABSTRAKSI ……………………………………………………………………………………………………..  i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………………..  ii

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………….  iii

BAB  I  PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………. 1

1.1  Latar Belakang Masalah……………………………………………………………………………… 1

1.2  Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………. 1

1.3  Batasan Masalah………………………………………………………………………………………… 1

1.4  Tujuan Penelitian……………………………………………………………………………………….. 1

1.5  Manfaat Penelitian…………………………………………………………………………………….. 2

1.6  Metode Penelitian………………………………………………………………………………………. 2

BAB  II  PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………….. 3

2.1 Pengertian Pemasaran………………………………………………………………………………… 3

2.2 Strategi Pemasaran…………………………………………………………………………………….. 3

2.3 Suasana Dalam Toko…………………………………………………………………………………… 6

2.4 Analisis SWOT……………………………………………………………………………………………. 7

 

BAB  III   KESIMPULAN …………………………………………………………………………………….  8

3.1  Kesimpulan ………………………………………………………………………………………………..  8

3.2  Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………………. 8

 iii

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang

Di masa yang sangat erat dalam dunia pemasaran dibutuhkan suatu cara yang dapat memperoleh mutu dalam meraih pangsa pasar. Semakin menjamurnya bisnis waralaba di Indonesia dewasa sekarang ini, menunjukan semakin banyak masyarakat memilih untuk berbelanja di tempat yang nyaman, bersih dan juga pelayanan yang baik. Salah satunya adalah Alfamart, yaitu sebuah waralaba minimarket yang menyediakan produk kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Melihat dari besarnya kesempatan bisnis dalam meraih pasar di bidang penjualan produk kebutuhan sehari-hari tersebut dan juga adanya persaingan yang ketat dengan waralaba sejenis, maka diperlukan strategi bersaing, khususnya di bidang pemasaran tepat. Mengingat tempat/lokasi strategis yang mungkin menjadi salah satu yang dapat menentukan bisnis tersebut, agar tujuan perusahaan untuk meningkatkan penjualan tercapai dengan optimal.

Dengan dasar alasan tersebut, penulis tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang strategi pemasaran Alfamart dalam penjualan dan promosi produk-produknya. Dan untuk maksud alasan tersebut maka penulis ingin melakukan penulisan ilmiah yang akan di beri judul dengan nama:

“STRATEGI PEMASARAN ALFAMART DALAM MERAIH PANGSA PASAR DI DUNIA USAHA”

 

1.2.  Rumusan Masalah

Berdasarkan dari semua maksud dan alasan dari latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya diatas oleh penulis, hingga di dapat sebuah perumusan masalah yang akan dibahas adalah :

a)      Strategi pemasaran apakah yang diterapkan Alfamart untuk menarik konsumen ?

b)      Faktor dan ancaman apa saja yang dihadapi Alfamart dalam melakukukan promosi penjualan dan pemasarannya ?

1.3.  Batasan Masalah

Dari semua rumusan masalah yang diuraikan oleh penulis, penulis membatasi masalah yang diambil dalam penentuan penulisan ilmiah ini yaitu :

a)        Strategi pemasaran Alfamart dalam mempromosikan produk-produknya.

b)        Hambatan yang sering dihadapi Alfamart dalam menmasarkan produk-produknya.

1.4.  Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian dari penulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan dan proses bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan Alfamart untuk menarik konsumen, untuk menganalisa bagaimana ancaman dan faktor utama yang dihadapi Alfamart dalam persaingan promosi penjualan produknya dan langkah apa yang diambil Alfamart untuk memasarkan produknya lebih optimal lagi.

 1

1.5.  Manfaat Penenlitian

Dengan dilakukannya penelitian ini, akan memberikan maafaat diantaranya adalah :

a)        Manfaat akademis

Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat dalam menambah wawasan, pengetahuan, informasi atau masukan terhadap mahasiswa, serta lebih memahami lebih dalam lagi tetntang cara menerapkan strategi pemasaran terhadap penjualan.

b)        Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberi referensi maupun sumbangan informasi serta pemikiran bagi pihak perusahaan/toko dalam perbaikan strategi pemasaran dan untuk dapat menentukan kebijakan dalam mengambil keputusan khususnya dalam pengambilan strategi bersaing, guna memajukan dan meningkatkan penjualan dan pengembangan usaha secara optimal.

1.6.  Metode Penelitian

Penulisan ilmiah ini disusun dengan acuan beberapa metode diantaranya adalah :

Objek utama penelitian ini adalah di Alfamart Kemang Pratama 2 yang terletak di Jalan Raya Kemang Pratama Raya, Bekasi Selatan.Dalam penulisan ilmiah ini, data yang digunakan oleh penulis adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara).

Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan karyawan dan pemiliknya, yang penulis lakukan dengan cara mengikuti dan mengamati proses pekerjaan yang dilakukan di dalam minimarket Alfamart. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui buku-buku serta situs-situs resmi yang mendukung pembahasan dalam penelitian ini.

Untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan dalam penulisan ilmiah ini penulis memperoleh data dari:

  1. Studi Lapangan

Wawancara: diperlukan dalam rangka melengkapi data dengan mengajukan pertanyaan kepada pemilik dan karyawan minimarket Alfamart Kemang Pratama 2.

  1. Studi Pustaka

Penulis mengumpulkan data dari kumpulan catatan penulis serta buku-buku yang berkaitan dengan pemasaran dan penelitian ini.

Alat analisis yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah dengan menggunakan media yang diterapkan langsung oleh minimarket Alfamart.

 2


BAB III

PEMBAHASAN

 

2.1  Pengertian Pemasaran

Ditengah maraknya pasar yang kian saling bersaing satu sama lain kini bukan hanya julukan bagi Kota Bekasi, Daerah Pekayon Jaya pun demikian (wilayah kota Bekasi bagian selatan). Dengan padatnya usaha-usaha sejenis di seluruh penjuru Kota Bekasi (terlepas dari kontroversi permasalahan perizinan minimarket Alfamart), maka diperlukan strategi pemasaran yang tepat agar dapat menarik konsumen di tengah minimarket-minimarket sejenis yang lokasinya mungkin saja bersebelahan atau bersebrangan.

“Pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, budaya, politik, ekonomi, dan manajerial. Akibat dari pengaruh berbagai faktor tersebut adalah masing-masing individu maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan dengan menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang memiliki nilai komoditas.” (Freddy Rangkuti 2004 : 11).

“Pemasaran adalah sebuah fungsi manajemen penting yang diperlukan guna menciptakan permintaan produk yang anda jual.” (Paul N. Bloom dan Louise N. Boone 2006:5)

“Pemasaran secara sederhana adalah yang mengatur relasi menguntungkan dengan konsumen. Tujuan dari pemasaran adalah menciptakan nilai untuk konsumen dan untuk menangkap nilai dari konsumen atau mendapat timbal balik dari konsumen.” (Philip Kotler dan Gary Armstrong 2010)

2.2  Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan mengenai biaya pemasaran, bauran pemasaran, harga produk, kondisi produk dan alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan.

Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong yang diterjemahkan Imam Nurmawan (2001;53) menyatakan bahwa strategi pemasaran adalah logika pemasaran yang dengan unit usaha berharap dapat mencapai tujuan perusahaannya.

Menurut Fandy Tjipto yang dikutip Tull dan Kahle (2001;6) strategi pemasaran adalah sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dengan program pemasaran, yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut.

  • Strategi pemasaran adalah sebuah proses
  • Tujuan utamanya adalah untuk mencapai level tertinggi dari kepuasan konsumen dengan cara menunjukkan kinerja perusahaan dalam situasi pasar yang kompetitif dan dapat melayani pasar sasaran.
  • Strategi pemasaran melakukan interaksi dengan berbagai faktor lingkungan sekitar perusahaan dan menghubungkannya dengan perusahaan.
  • Strategi pemasaran dapat memberikan pandangan luas tentang pasar.

3

Bauran Pemasaran

Menurut Philip Kotler (1993), Bauran Pemasaran adalah serangkaian variabel pemasaran terkendali yang dipakai oleh perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang dikehendaki perusahaan dari pasar sasarannya.

Bauran pemasaran pada umumnya dikenal dengan 4P yaitu : product, price, place, promotion. Namun menurut beberapa pakar pemasaran, bauran pemasaran untuk usaha eceran perlu diperluas.

Menurut Lamb, Hair, dan McDaniel, bauran pemasaran untuk usaha eceran (retailing mix) terdiri dari enam P : empat P kombinasi bauran Pemasaran (product, place, promotion, price) ditambah personnel dan presentation. Dimana personnel terdiri dari pelayanan pelanggan dan penjualan pribadi, dan presentation terdiri dari tata letak dan suasana. Kombinasi enam P ini memproyeksikan citra toko, yang mempengaruhi persepsi para konsumen.

Di dalam pelaksanaan operasi penjualan secara eceran, penambahan personnel merupakan penjualan pribadi yang diarahkan kepada pelayanan yang diberikan, sedangkan presentation merupakan pengembangan dari promosi sebagai langkah untuk merubah perilaku konsumen dalam berbelanja yaitu dalam hal desain eksterior (luar) maupun interiornya (setting latar di dalam toko), dan memberikan kenyamanan dengan menciptakan atmosfer yang baik dari dalam toko.

Di sisi lain menurut Hendri Ma’ruf, bauran eceran terdiri dari lokasi, merchandise, pricing, periklanan dan promosi, atmosfer dalam gerai, dan retail service.

Dari definisi diatas dapat dilihat bahwa bauran eceran meliputi enam variabel utama yaitu barang dagangan, lokasi, promosi, harga, pelayanan, dan suasana toko (luar dan dalam).

Lokasi (location)

Lamb, Hair, dan McDaniel mengatakan bahwa lokasi mempengaruhi pertumbuhan di masa depan, area yang dipilih haruslah mampu untuk tumbuh dari segi ekonomi sehingga dapat mempertahankan keberlangsungan toko semula dan toko-toko di masa datang. Jika nilai lokasi memburuk, toko tersebut mungkin harus pindah atau tutup.

Menurut Hendri Ma’ruf (2005;115) lokasi adalah faktor yang sangat penting dalam bauran pemasaran ritel (retail marketing mix). Pada lokasi yang tepat, sebuah gerai akan lebih sukses dibandingkan gerai lainya yang berlokasi kurang strategis.

Barang Dagangan (Merchandising)

Menurut Asep ST Sujana (2005;33) merchandising diartikan sebagai supaya pengadaan dan penanganan barang. American Marketing Association dalam Davidson (1988) mendefinisikan merchanding sebagai upaya-upaya penyediaan barang yang tepat, pada tingkat harga yang tepat dan pada saat yang tepat pula.

4

Harga (price)

Bagi konsumen harga merupakan segala bentuk biaya moneter yang dikorbankan oleh konsumen untuk memperoleh, memiliki, memanfaatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanan dari suatu produk.

Menurut Komarudin Sastradipoera (2003;141), harga merupakan hasil pertemuan dari transaksi barang atau jasa yang dilakukan oleh permintaan dan penawaran di pasar.

Adapun pengertian harga menurut Komarudin Sastradipoera (2003;141), harga adalah sebagai jumlah sesuatu yang dipertukarkan dalam barter atau penjualan, untuk memperoleh sesuatu yang lainnya. Sebuah toko dapat menjadi terkenal karena harga jual yang ditetapkan cukup murah atau harga jual yang ditetapkan merupakan harga pasti. Berdasarkan hal itu, ritel harus dapat menetapkan harga.

Menurut H:Djaslim Saladin (2002;95) Tujuan penetapan harga adalah :

ü  Profl maximalitazion pricing (maksimalisasi keuntungan) Yaitu untuk mencapai maksimalisasi keuntungan.

ü  Market share pricing (penetapan harga untuk merebut pangsa pasar)

Dengan harga rendah, maka pasar akan dikuasai, syaratnya :

ü  Pasar cukup sensitive terhadap harga

ü  Biaya produksi dan distribusi turun jika produksi naik

ü  Harga turun pesaing sedikit

Promosi (promotion)

Di dalam perusahaan ritel sangat memerlukan promosi untuk memasarkan produk yang telah di hasilkan, dimana dalam hal ini promosi sebagai alat bantu untuk mendefinisikan produk, untuk menghimbau pembeli dan untuk meneruskan informasi dalam proses mengambil keputusan pembeli dengan adanya promosi.

Pengertian promosi menurut Buchari Alma (2004:179): ”Promosi adalah komunikasi yang memberi penjelasan dan meyakinkan calon konsumen mengenai barang dan jasa dengan tujuan untuk memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen.

Promosi pun terbagi beberapa bentuk-bentuk menurut Kotler dan Amstrong (2004:600) adalah sebagai berikut:

ü  Pemasangan iklan adalah setiap bentuk presentasi dan promosi yang memerlukan biaya tentang gagasan, barang atau jasa oleh sponsor yang jelas.

ü  Penjualan Personal adalah Presentasi personal oleh tenaga penjual dari sebuah perusahaan dengan tujuan menghasilkan transaksi penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan.

ü  Promosi Penjualan adalah insentif-insentif jangka pendek untuk mendorong penjualan produk atau jasa.

ü  Hubungan Masyarakat adalah membangun hubungan baik dengan berbagai publik perusahaan dengan sejumlah cara supaya memperoleh publisitas yang menguntungkan, membangun citra perusahaan yang bagus, dan menangani atau meluruskan rumor, cerita, serta event yang tidak menguntungkan.

ü  Pemasaran Langsung adalah hubungan-hubungan langsung dengan masing-masing pelanggan yang dibidik secara seksama dengan tujuan baik untuk memperoleh tanggapan segera, maupun untuk membina hubungan dengan pelanggan yang langgeng.

 5

Pelayanan (service)

Menurut Kotler (2007:427) mengatakan bahwa ”Pelayanan adalah tindakan atau keterampilan yang dapat ditawarkan oleh apapun juga yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan sesuatu, pelayanan dapat disertakan dengan produk yang berbentuk fisik”.

Aspek pelayanan semakin hari semakin nyata perannya, secara umum pelayanan tersebut meliputi bagaimana kecepatan melayani pelanggan sebelum berbelanja. Dengan demikian usaha eceran (retailer) harus mampu mencoba sedemikian rupa agar pelayanan yang dirasakan pelanggan meningkat serta sesuai dengan kehendak pelanggan.

Unsur pelayanan adalah unsur yang memiliki peranan penting dalam persaingan non-harga dengan pengecer-pengecer lain. Unsur-unsur pelayanan menjadi nyata bagi Perusahaan dengan bersaing dengan para pesaingnya karena unsur pelayanan sangat sulit ditiru oleh pesaing. Kotler (2007:446) membagi pelayanan menjadi dua bagian yaitu :

  • Pelayanan primer dalam usaha eceran

antara lain : pembayaran kredit, pengantaran, penanganan keluhan, pelayanan parkir, ruang istirahat termasuk toilet, pelayanan perbaikan, pelayanan telepon, kamar pas, pelayanan pemasangan, dan waktu operasi toko.

  • Pelayanan pendukung

antara lain : pelayanan kehilangan barang, ruang bermain anak, jasa pembungkusan, informasi lokasi barang, konsultasi dan informasi pembelian.

Pelayanan adalah salah satu faktor pemberi nilai tambah bagi peritel, atau peritel dapat memilih kombinasi ragam produk dan tingkat pelayanan sebagai positioning.

2.3  Suasana Dalam Toko (atmosfer)

Jika iklan bertujuan memberitahu, menarik, memikat atau mendorong konsumen, untuk datang ke gerai dan membeli barang, maka suasana toko berperan penting memikat pembeli, membuat nyaman mereka dalam memilih barang belanjaan, dan mengingatkan mereka produk apa yang perlu dimiliki baik untuk keperluan pribadi maupun keperluan rumah tangga. Gerai kecil yang tertata rapih dan menarik akan lebih mengundang pembeli dibandingkan gerai yang diatur biasa saja tetapi bersih, namun itu masih lebih menarik dari pada gerai yang tidak diatur baik dan tampak kotor.

Suasana dalam gerai menggambarkan moment of truth, yaitu situasi langsung yang dirasakan konsumen pada saat berbelanja. Jika setting suasana itu optimal maka peritel (dengan gerai yang dikunjungi konsumen) akan dapat menyentuh emosi konsumen dan memberi pengalaman berbelanja yang menyenangkan. Desain toko yang baik akan menarik banyak konsumen untuk datang, desain toko merupakan strategi penting untuk menciptakan suasana yang akan membuat pelanggan merasa betah berasa dalam suatu gerai atau toko. Desain toko yaitu desain interior yang mencakup tata letak barang, aksesoris toko sementara desain eksterior mencakup lay-out, pintu masuk, dan jalan masuk.

 6

2.4  Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah sebuah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats terlibat dalam suatu proyek atau dalam bisnis usaha. Hal ini melibatkan penentuan tujuan usaha bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang baik dan menguntungkan untuk mencapai tujuan itu.

Teori Analisis SWOT adalah sebuah teori yang digunakan untuk merencanakan sesuatu hal yang dilakukan dengan SWOT. SWOT adalah sebuah singkatan dari S adalah Strenght atau Kekuatan, W adalah Weakness atau Kelemahan, O adalah Oppurtunity atau Kesempatan, dan T adalah Threat atau Ancaman. Menurut Freddy Rangkuti (2005), SWOT adalah identitas berbagai faktor secara sistematis untuk merumusakan strategi pelayanan. Analisis ini berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan peluang namun secara bersamaan dapat meminimalkan kekurangan dan ancaman. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal dan faktor internal.

7

BAB  III

KESIMPULAN

 

 

3.1   Kesimpulan

Dalam kajian penelitian sejenis ini, penulis berpedoman pada penulis ilmiah yang sudah ada pada tahun-tahun sebelumnya yang tersedia di perpustakaan Universitas Gunadarma. Penulisan ilmiah tersebut penulis jadikan pedoman karena ada kesamaan tema dengan penelitian yang dibuat penulis. Judul penulisan tersebut antara lain :

Judul                                 : Analisis Strategi Pemasaran Pada Alfamart

Nama                               : Purubaya

NPM                                 : 10209878

Jurusan                             : Manajemen

Fakultas                            : Ekonomi

Kesimpulan                      : Analisis Strategi Pemasaran merupakan salah satu alat

yang digunakan untuk menganalisa dan mengetahui

bagaimana suatu perusahaan untuk melakukan

upaya-upaya dalam memasarkan produk-produknya.

Dalam pembahasan ini setiap strategi yang dilaksanakan

Alfamart dapat dikatakan cukup berhasil. Keberhasilan

tersebut dapat terlihat pada banyaknya produk yang

telah terjual.

 

3.2  Daftar Pustaka

 

 

8

Iklan

Teknik catur diperlukan dalam menyudahi perlawanan lawan. Dalam bermain catur setiap langkahnya pasti mengandugn maksud untuk mematikan. Perang strategi di papan catur menjadi bagian yang tak terelakkan dan menjadi ciri khas dari permainan catur.

Catur ini banyak memberikan manfaat dan juga hiburan terutama ketika suasana hati sedang tak menentu, kurang mood, atau bahkan tak bergairah karena diputuskan pacar. Dengan bermain catur maka segala beban tersebut akan sirna dengan sendirinya.

Tulisan ini akan bertumpu pada bagaimana teknik catur yang elegan, ciamik, dengan melakukan langkah-langkah yang sulit diterka lawan. Keuletan dan ketelatenan dalam membaca arah gerak lawan sangat diperlukan dalam mendikte setiap langkah yang diperagakan lawan bertanding. Dalam permainan ini benar-benar dibutuhkan sense of intelligent yang tinggi, dan sebaliknya memerlukan kecermatan dalam menghitung timing yang tepat dalam melancarkan serangan yang gencar.

Teknik dan Tips Permainan
Dalam olahraga maupun hal apapun jelas membutuhkan teknik jitu supaya menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan keinginan. Demikian juga dalam catur. Teknik catur sangat diperlukan dalam menyudahi perlawanan sengit lawan. Diantara beberapa teknik tersebut, yaitu:

1.Buka permainan dengan langkah yang elegan, bisa dengan menjalankan satu pion dengan dua langkah, atau dua pion di sisi kiri dan kanan masing-masing satu langkah.

2. Lebih baik melangkahkan kuda sebelum Anda menjalankan gajah. Langkah kuda yang zigzag (huruf L) akan memudahkan untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan.

3.Lebih baik juga untuk melangkahkan gajah sebelum benteng.

4. Jika memungkinan, sebaiknya didahulukan untuk melangkahkan benteng sebelum menteri sebagai penjaga terakhir dari raja.

5. Pejabat seperti kuda, benteng, maupun gajah sebisa mungkin harus bisa menjaga pion supaya tak banyak dimakan pihak lawan karena akan sangat berguna terutama ketika permainan memasuki babak-babak akhir.

6.. Gunakan tipuan atau sergapan yang bisa memerdayai lawan.

7. Pakai strategi dan maksud yang sulit ditebak oleh pihak lawan.

8. Jika terpaksa, tak masalah untuk mengorbankan salah satu punggawa Anda untuk mendapatkan buah yang lebih tinggi jabatannya.

Hindari
Demikian juga ada hal-hal yang harus dihinari supaya Anda tidak mengalami kekalahan dalam pertandingan. Yakni:

1. Tunda sekak terhadap raja lawan sampai momen itu benar-benar datang. Akan sia-sia jika Anda melakukan sekak terlalu cepat.

2. Usahakan untuk memenjarkan prajurit Anda secara terpola dengan masing-masing peran.

3. Hindari permain bidak bertumpuk, dimana semua prajurt berada dalam bidak yang saling berdekatan. Hal tersebut akan menyulitkan langkah Anda sendiri.

4. Sebaliknya, jangan mengisolasi prajurit Anda. Camkan bahwa setiap nyawa sangat berharga dalam membela kerajaan catur Anda.

5. Rileks saja dalam melakukan permainan.

Itulah teknik-teknik catur yang apabila Anda serius untuk menjalankannya maka bisa menghindarkan dari kekalahan.

“Walaqod kholaqnal insana wana’lamu am tuwaswisu hihi nafsuhu. Wanahnun ilaihin min hablil warisd “ kami yang telah menciptakan manusia, kami mengetahui apa yang sedang berkecamuk atau sedang terlintas didalam jiwanya. Sebetulnya kami lebih dekat dengan manusia dari pada urat nadi lehernya sendiri.

Dalam konsep keimanan, bagi orang yang imannya baik, dapat berkomunikasi dengan Tuhannya, mereka disebut sebagai kelompok muqorrobin orang yang didekatkan dengan Tuhan.

Tidak semua manusia mampu mengadakan hubungan dengan Tuhan. Disini Islam memandang hubungan manusia dengan Tuhan mengikuti hukum relativisme. Artinya pesan Tuhan bisa diterima manusia sesuai dengan kecanggihan jiwa yang dimiliki masing–masing, kalau jiwa manusia disfungsional atau tertutup hati nuraninya, pesan Tuhan tidak mampu tertangkap. Sebaliknya jika jiwa manusia fungsional dan punya kelayakan, bukan saja mampu menangkap pesan dengan mudah, bahkan dia akan mampu mengikuti program – program di alam malakut.

Contohnya Nabi dan para Rosul, jika Allah sudah mencintai seorang hamba maka Allah akan menjadi kekuatan potensial dan sumber energi pada diri hambanya. Kekuatan Tuhan, rahmat Tuhan, dan pengetahuannya akan merasuki potensi manusia itu secara pribadi.

Tuhan mengatakan bahwa, “Apabila aku telah mencintainya maka pendengaranku akan menjadi pendengarannya, pandanganku akan merasuk ke dalam pandangannya untuk melihat, dan pengetahuanku mempengaruhi lisan yang ia gunakan untuk bicara, serta kekuatanku akan menjadi kekuatan potensial yang ia gunakan untuk melakukan tindakan”.

Salah satu konsep Tasawuf dalam Islam adalah tazkiyatun nufus atau pembersih jiwa, jika jiwa seseorang bersih maka kesadarannya akan menjadi tinggi.

Satu hal lagi yang mesti kita waspadai dalam menjalankan hidup ini yaitu ujian atau seleksi dan kompetisi yang sengaja diatur oleh Tuhan untuk manusia. Bagi manusia yang dapat menggunakan akal kreatifnya akan menyadari bahwa pada hakekatnya hidup merupakan suatu ujian, dimana setiap perbuatan, perilaku dan usaha yang dilakukan oleh manusia tidak lepas dari penilaian-penilaian yang akan menentukan hasil dan nilai rangking dalam perjalanan hidup yang akan datang.

Yang menentukan nilai-nilai hidup adalah seberapa banyak hasil dan prestasi yang bisa dicapai oleh manusia dalam hidup ini. Banyak ayat dalam alquran yang menyebutkan bahwa hidup merupakan ujian , suatu kompetisi yang akan menentukan siapa yang paling baik rangkingnya.

Didalam kehidupan manusia sendiri Tuhan tidak menghendaki seragam, baik dalam keyakinan, madzhab, pilihan hidup, dll justru dibiarkan berbeda. Perbedaan orientasi, keahlian dan pilihan-pilihan itulah yang memungkinkan dan menjadi alasan bagi Tuhan untuk menguji manusia.

Bahkan mufasir besar Rasyid Ridho mengatakan, terhadap masalah-masalah yang menyangkut syariat keagamaan-pun seharusnya kamu jadikan sebagai ajang kompetisi dalam melakukan kebaikan-kebaikan bukan demi merebut tujuan-tujuan fanatisme belaka. Manusia acapkali tanaffus (terjebak) dalam fanatisme sempit sehingga prestasi yang dihasilkan tidak dapat dirasakan oleh semua orang, dengan demikian maka manusia tersebut belum dapat dikatakan sebagai manusia yang memiliki jasa terhadap manusia lainnya, apalagi terhadap Alam atau Tuhannya.

Setiap orang apapun profesi atau kekuasaan yang dicapai tidak akan lepas dari ujian Alloh, kecuali orang yang diskualifikasi. Penilaian Tuhan tidak kepada apa yang dimiliki orang tersebut tetapi kepada bagaimana mendaya gunakan apa yang dimiliki.

Ujian Alloh tidak kepada hal yang tidak menyenangkan tetapi juga kepada hal yang menyenangkan, ada kalanya orang ketika diuji dengan kesenangan lulus, tapi saat diuji dengan kesusahan tidak lulus, begitu juga sebaliknya.
Nabi kita pernah ditawarkan kekayaan oleh Jibril, beliau menolak, dan mengatakan “Saya ingin pada suatu waktu hidup saya berkecukupan agar dapat bersyukur, tetapi pada saat yang lain ingin kekurangan agar bisa bersabar”

Jadi antara kesusahan, kesenangan, duka dan lara, sakit dan sehat, pada hakekatnya sama, Perbedaannya adalah pada penerimaan seseorang menghadapi kondisi tersebut apakah dia Sabar, dengan penuh keSadaran bahwa semuanya itu adalah ujian dari Tuhan, sehingga dia akan menemukan keBenaran, sesuai dengan kehendak Tuhan.

Wanita ini berumur tujuh puluhan. Pernahkah Anda membayangkan bagaimana orang seusia ini menilai hidupnya?

Bila ia mengingat hidupnya, sudah pasti sebagai suatu kehidupan yang cepat berlalu.

Ia hanya akan berucap bahwa hidupnya bukanlah hidup yang panjang sebagaimana ia impikan di usia belasan. Mungkin tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa suatu hari ia akan menjadi sangat tua. Namun kini, ia dicekam oleh kenyataan bahwa ia telah meninggalkan tujuh puluh tahun di belakangnya. Pada awal kehidupannya, ia mungkin tidak pernah berpikir bahwa kemudaan dengan segala gairahnya akan berlalu begitu cepat.

Bila pada usia senja ia diminta untuk menceritakan kisah hidupnya, kenangannya akan terangkum dalam pembicaraan selama lima atau enam jam saja. Hanya itulah yang tersisa dari yang disebutnya sebagai masa tujuh puluh tahun yang panjang.

Daya pikir seseorang, yang melemah sesuai usia, dipenuhi banyak pertanyaan. Berbagai pertanyaan ini sungguh penting untuk direnungkan, dan menjawabnya secara jujur sangat mendasar untuk memahami seluruh aspek kehidupan: Apakah tujuan dari hidup yang berlalu begitu cepat ini? Mengapa aku harus terus bersikap positif dengan semua masalah kerentaan yang kumiliki? Apa yang akan terjadi di masa depan?

Jawaban yang mungkin terhadap pertanyaan-pertanyaan ini terbagi dalam dua kategori utama: dari orang-orang yang mengimani Allah dan dari orang-orang yang tidak mengimani-Nya.

Seseorang yang tidak mengimani Allah akan mengatakan, Saya telah menghabiskan hidup mengejar hal yang sia-sia. Saya telah meninggalkan tujuh puluh tahun di belakang saya, namun sebenarnya, saya masih belum dapat memahami untuk apa saya hidup. Ketika masih anak-anak, orang tua adalah pusat kehidupan saya. Saya mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan dalam cinta mereka. Kemudian, sebagai seorang wanita muda, saya mengabdikan diri kepada suami dan anak-anak. Pada masa itu, saya membuat banyak cita-cita untuk diri saya. Namun ketika tercapai, semuanya seperti sesuatu yang cepat berlalu. Saat bergembira dalam keberhasilan, saya melangkah menuju cita-cita lain yang menyibukkan, sehingga saya tidak memikirkan makna hidup yang sesungguhnya. Kini pada usia tujuh puluh tahun, dalam ketenangan usia senja, saya mencoba menemukan apa gerangan tujuan masa lalu saya. Apakah saya hidup untuk orang-orang yang kini hanya samar-samar saya ingat? Untuk orang tua saya? Untuk suami saya yang telah berpulang bertahun-tahun yang lalu? Atau anak-anak yang kini jarang saya lihat karena telah memiliki keluarga masing-masing? Saya bingung. Satu-satunya kenyataan adalah bahwa saya merasa dekat dengan kematian. Saya akan segera meninggal dan menjadi kenangan yang redup dalam benak orang-orang. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Saya benar-benar tidak tahu. Bahkan memikirkannya saja sudah menakutkan!

Tentunya ada alasan mengapa ia begitu berputus asa. Ini semata karena ia tidak dapat memahami bahwa alam semesta, seluruh makhluk hidup dan manusia memiliki tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dan harus dipenuhi dalam hidup. Adanya tujuan-tujuan ini berasal dari fakta bahwa segalanya telah diciptakan. Orang yang berakal dapat melihat hadirnya perencanaan, perancangan, dan kearifan dalam setiap detail dunia yang penuh variasi. Hal ini membawanya pada pengenalan terhadap sang Pencipta. Selanjutnya ia akan menyimpulkan bahwa, karena seluruh makhluk hidup tidaklah disebabkan oleh suatu proses acak atau tanpa sadar; mereka semua menjalankan tujuan yang penting. Dalam Al Quran, pedoman asli terakhir yang diturunkan untuk manusia, Allah berulangkali mengingatkan kita akan tujuan hidup kita, suatu hal yang cenderung kita lupakan, dan dengannya membimbing kita pada kejelasan pemikiran dan kesadaran. (Al Mulk: 107)

Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. (QS. Huud,11:7)

Ayat ini memberikan pemahaman penuh akan tujuan hidup bagi orang-orang yang beriman. Mereka mengetahui bahwa hidup ini adalah tempat mereka diuji dan dicoba oleh Pencipta mereka. Karenanya, mereka berharap untuk berhasil dalam ujian ini dan mencapai surga serta kesenangan yang baik dari Allah.

Akan tetapi, demi kejelasan, ada sebuah poin penting untuk dipikirkan: mereka yang mempercayai keberadaan Allah tidak lantas memiliki keyakinan yang benar; jika mereka tidak meletakkan kepercayaan kepada Allah. Kini, banyak orang menerima bahwa alam semesta adalah ciptaan Allah; namun, mereka kurang memahami dampak fakta ini terhadap hidup mereka. Karenanya, mereka tidak menjalankan hidup mereka sebagaimana yang seharusnya. Apa yang dianggap orang-orang ini sebagai kebenaran adalah, bahwa pada awalnya Allah menciptakan alam semesta ini, kemudian meninggalkannya.

Dalam Al Quran, Allah menunjukkan kesalahpahaman ini dalam ayat berikut:

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS.Luqman, 31: 25)

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan ? (QS.Az-Zukhruf,43: 87)

Karena kesalahpahaman ini, manusia tidak dapat menghubungkan kehidupan mereka sehari-hari dengan fakta bahwa mereka memiliki Pencipta. Itulah alasan dasar mengapa setiap manusia mengembangkan prinsip dan nilai-nilai moral pribadinya sendiri, yang terbentuk dalam budaya, komunitas, dan keluarga tertentu. Prinsip-prinsip ini sebenarnya berfungsi sebagai petunjuk hidup hingga datangnya kematian. Manusia yang menaati nilai-nilai mereka sendiri akan mendapatkan kenyamanan dalam harapan bahwa setiap tindakan yang salah akan dihukum sementara dalam neraka. Pemikiran sejenis menyimpulkan bahwa kehidupan abadi dalam surga akan mengikuti masa penyiksaan ini. Pemikiran tersebut tanpa sadar meredakan rasa takut akan hukuman yang memilukan di akhir kehidupan. Beberapa orang, di lain pihak, bahkan tidak merenungkan hal ini. Mereka sama sekali tidak memedulikan dunia selanjutnya dan memanfaatkan hidup sebaik-baiknya.

Bagaimanapun, hal di atas tidaklah benar dan kenyataannya berseberangan dengan apa yang mereka pikirkan. Mereka yang berpura-pura tidak menyadari keberadaan Allah akan terjebak dalam keputusasaan yang dalam. Dalam Al Quran, orang-orang tersebut digambarkan sebagai berikut:

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.(QS.Ar-Ruum,30: 7)

Tentulah, orang-orang ini hanya memahami sedikit saja mengenai keberadaan dan tujuan sesungguhnya dunia ini, dan mereka tidak pernah berpikir bahwa kehidupan dalam dunia ini tidaklah kekal.

Ada beberapa ungkapan yang umum dipergunakan manusia mengenai pendeknya kehidupan ini: Manfaatkanlah hidupmu sebaik-baiknya selagi sempat, hidup itu pendek, manusia tidak hidup selamanya adalah ungkapan yang selalu dirujuk dalam mendefinisikan sifat dasar dunia ini. Namun, ungkapan-ungkapan ini mengandung keterikatan yang terselubung kepada hidup ini, dibandingkan kepada hidup setelahnya. Ungkapan-ungkapan itu mencerminkan perilaku umum manusia terhadap kehidupan dan kematian. Karena kecintaan akan hidup yang demikian besarnya, pembicaraan tentang kematian selalu diselingi dengan lelucon atau hal lain yang mengurangi keseriusan permasalahan tersebut. Selingan ini selalu memiliki tujuan, sebagai upaya sengaja untuk mereduksi permasalahan penting tersebut menjadi hal yang remeh.

Kematian sesungguhnya merupakan topik yang penting untuk direnungkan. Hingga saat seperti ini dalam kehidupannya, seseorang mungkin tidak menyadari betapa berarti kenyataan ini. Namun, karena kini ia punya kesempatan untuk memahami pentingnya hal tersebut, ia harus mempertimbangkan kembali kehidupan dan segenap harapannya. Tidak pernah ada kata terlambat untuk bertobat kepada Allah serta mengarahkan kembali seluruh perilaku dan melanjutkan kehidupan seseorang dalam kepatuhan akan kehendak Allah. Hidup itu pendek; jiwa manusia kekal. Dalam masa yang pendek ini, seseorang seharusnya tidak membiarkan keinginan yang sementara mengendalikannya. Seseorang seharusnya melawan godaan dan menjauhkan dirinya dari segala hal yang memperkuat ikatannya terhadap dunia ini. Sungguh tidak bijaksana untuk mengabaikan dunia yang selanjutnya, hanya demi kesenangan yang sementara ini.

Meski demikian, orang-orang yang tidak beriman dan tidak dapat memahami kenyataan ini menghabiskan hidup mereka dalam kesia-siaan dengan melupakan Allah. Lebih lanjut, mereka mengetahui bahwa tidaklah mungkin mereka mencapai keinginan-keinginan ini. Mereka selalu merasakan ketidakpuasan yang dalam dan menginginkan lebih daripada apa yang mereka miliki kini. Mereka memiliki harapan dan keinginan yang tidak berakhir. Namun, dunia bukanlah tempat yang sesuai untuk memuaskan keinginan-keinginan ini.

Tidak ada yang kekal di dunia ini. Waktu berlaku pada hal-hal yang bagus dan baru. Sebuah mobil baru akan segera ketinggalan jaman begitu model lain dirancang, diproduksi, dan dipasarkan. Sama halnya, seseorang mungkin menginginkan rumah besar milik orang lain atau rumah mewah dengan ruangan yang lebih banyak daripada penghuninya dan dengan perlengkapan yang dilapisi emas, yang pernah dilihat sebelumnya, akan kehilangan selera terhadap rumahnya sendiri dan tidak dapat menghindari hal-hal tersebut dengan rasa iri.

Sebuah pencarian tak berakhir untuk sesuatu yang baru dan lebih baik tidak memberikan nilai ketika ia telah dicapai, celaan terhadap sesuatu yang lama, dan meletakkan seluruh harapan pada yang baru: ini adalah lingkaran setan yang telah dialami manusia di mana pun sepanjang sejarah. Namun, seorang manusia yang berilmu pengetahuan seharusnya berhenti dan bertanya pada diri sendiri untuk sesaat: mengapa ia mengejar ambisi yang sementara dan sudahkah ia dapatkan keuntungan dari upaya itu? Akhirnya, ia seharusnya menarik kesimpulan bahwa ada masalah mendasar pada pandangan ini. Namun manusia, yang sedikit sekali memikirkan hal ini, terus mengejar mimpi yang sepertinya tidak akan dapat mereka capai.

Tidak ada seorang pun, bagaimanapun juga, mengetahui apa yang akan terjadi bahkan dalam beberapa jam mendatang: setiap saat seseorang mungkin mengalami kecelakaan, terluka parah, atau menjadi cacat. Lebih jauh lagi, waktu berlalu dalam perhitungan menuju kematian seseorang. Setiap hari membawa hari yang telah ditakdirkan tersebut lebih dekat. Kematian pastilah menghapus seluruh ambisi, keserakahan, dan keinginan terhadap dunia ini. Di dalam tanah, baik harta benda maupun status tidak berlaku. Setiap harta benda yang membuat kita kikir, begitupun tubuh kita, akan menghilang dan meluruh di dalam tanah. Apakah seseorang itu kaya atau miskin, cantik atau jelek, suatu saat ia akan dibungkus dalam kafan yang sederhana.

Kami percaya bahwa Fakta-Fakta yang Mengungkap Hakikat Hidup menawarkan sebuah penjelasan mengenai sifat yang sesungguhnya dari kehidupan manusia. Sebuah kehidupan pendek dan penuh tipuan yang didalamnya keinginan duniawi terlihat menarik dan penuh janji, namun kenyataannya bertolak belakang. Buku ini akan memungkinkan Anda merasakan hidup Anda dan seluruh kenyataannya, dan membantu Anda memikirkan kembali tujuan Anda dalam hidup, bila Anda menginginkannya.

Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk mengingatkan manusia lain akan fakta-fakta ini, dan menyuruh mereka hidup hanya untuk memenuhi keinginan-Nya, sebagaimana yang difirmankan-Nya dalam ayat berikut:

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah ssuatu hari yang seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan penipu memperdayakan kamu dalam Allah.(QS.Luqman,31: 33)