STRATEGI PEMASARAN ALFAMART DALAM MERAIH PANGSA PASAR DI DUNIA USAHA

Posted: April 6, 2012 in Bahasa Indonesia

ABSTRAKSI

Dalam setiap perusahaan maupun wirausaha memiliki tujuan untuk memaksimalkan laba (keuntungan). Strategi pemasaran merupakan suatu alat yang dapat menentukan hasil maupun optimalnya suatu cara memasarkan produk. Dengan mengetahui strategi pemasaran suatu perusahaan kita dapat pelajaran untuk menganalisa seberapa penting nya pemasaran dalam dunia usaha untuk penjualan suatu produk agar tidak mengalami kerugian.

Dari hasil penelitian ini, penulis ingin mengetahui seberapa dalam dan pentingnya pemasaran yang diterapkan oleh “Alfamart” dalam meraih pangsa pasarnya di dunia usaha yang sudah mengeraglobalisasi.

      i


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah yang telah memberikan rakhmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan ilmiah yang berjudul “Strategi Pemasaran Alfamart Dalam Meraih Pangsa Pasarnya Di Dunia Usaha”. Dan sebagai syarat untuk melengkapi dan melanjutkan studi ke jenjang starata satu di Universitas Gunadarma.

Penulis menyadari bahwa keberhasilan penulisan ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, baik langsung maupun tidak langsung. Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar- besarnya kepada:

  1. Allah SWT. Yang telah memberikan nikmat sehatnya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan ilmiah ini dengan baik.
  2. Kepada kedua orang tua penulis yang telah memberikan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan tulisan ilmiah ini.
  3. Kepada teman-teman selaku mahasiswa Univ. Gunadarma yang telah membantu saya dengan dukungan dan support hingga terbentuknya penulisan ilmiah ini.

  ii


DAFTAR ISI

 

ABSTRAKSI ……………………………………………………………………………………………………..  i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………………..  ii

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………….  iii

BAB  I  PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………. 1

1.1  Latar Belakang Masalah……………………………………………………………………………… 1

1.2  Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………. 1

1.3  Batasan Masalah………………………………………………………………………………………… 1

1.4  Tujuan Penelitian……………………………………………………………………………………….. 1

1.5  Manfaat Penelitian…………………………………………………………………………………….. 2

1.6  Metode Penelitian………………………………………………………………………………………. 2

BAB  II  PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………….. 3

2.1 Pengertian Pemasaran………………………………………………………………………………… 3

2.2 Strategi Pemasaran…………………………………………………………………………………….. 3

2.3 Suasana Dalam Toko…………………………………………………………………………………… 6

2.4 Analisis SWOT……………………………………………………………………………………………. 7

 

BAB  III   KESIMPULAN …………………………………………………………………………………….  8

3.1  Kesimpulan ………………………………………………………………………………………………..  8

3.2  Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………………. 8

 iii

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang

Di masa yang sangat erat dalam dunia pemasaran dibutuhkan suatu cara yang dapat memperoleh mutu dalam meraih pangsa pasar. Semakin menjamurnya bisnis waralaba di Indonesia dewasa sekarang ini, menunjukan semakin banyak masyarakat memilih untuk berbelanja di tempat yang nyaman, bersih dan juga pelayanan yang baik. Salah satunya adalah Alfamart, yaitu sebuah waralaba minimarket yang menyediakan produk kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Melihat dari besarnya kesempatan bisnis dalam meraih pasar di bidang penjualan produk kebutuhan sehari-hari tersebut dan juga adanya persaingan yang ketat dengan waralaba sejenis, maka diperlukan strategi bersaing, khususnya di bidang pemasaran tepat. Mengingat tempat/lokasi strategis yang mungkin menjadi salah satu yang dapat menentukan bisnis tersebut, agar tujuan perusahaan untuk meningkatkan penjualan tercapai dengan optimal.

Dengan dasar alasan tersebut, penulis tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang strategi pemasaran Alfamart dalam penjualan dan promosi produk-produknya. Dan untuk maksud alasan tersebut maka penulis ingin melakukan penulisan ilmiah yang akan di beri judul dengan nama:

“STRATEGI PEMASARAN ALFAMART DALAM MERAIH PANGSA PASAR DI DUNIA USAHA”

 

1.2.  Rumusan Masalah

Berdasarkan dari semua maksud dan alasan dari latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya diatas oleh penulis, hingga di dapat sebuah perumusan masalah yang akan dibahas adalah :

a)      Strategi pemasaran apakah yang diterapkan Alfamart untuk menarik konsumen ?

b)      Faktor dan ancaman apa saja yang dihadapi Alfamart dalam melakukukan promosi penjualan dan pemasarannya ?

1.3.  Batasan Masalah

Dari semua rumusan masalah yang diuraikan oleh penulis, penulis membatasi masalah yang diambil dalam penentuan penulisan ilmiah ini yaitu :

a)        Strategi pemasaran Alfamart dalam mempromosikan produk-produknya.

b)        Hambatan yang sering dihadapi Alfamart dalam menmasarkan produk-produknya.

1.4.  Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian dari penulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan dan proses bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan Alfamart untuk menarik konsumen, untuk menganalisa bagaimana ancaman dan faktor utama yang dihadapi Alfamart dalam persaingan promosi penjualan produknya dan langkah apa yang diambil Alfamart untuk memasarkan produknya lebih optimal lagi.

 1

1.5.  Manfaat Penenlitian

Dengan dilakukannya penelitian ini, akan memberikan maafaat diantaranya adalah :

a)        Manfaat akademis

Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat dalam menambah wawasan, pengetahuan, informasi atau masukan terhadap mahasiswa, serta lebih memahami lebih dalam lagi tetntang cara menerapkan strategi pemasaran terhadap penjualan.

b)        Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberi referensi maupun sumbangan informasi serta pemikiran bagi pihak perusahaan/toko dalam perbaikan strategi pemasaran dan untuk dapat menentukan kebijakan dalam mengambil keputusan khususnya dalam pengambilan strategi bersaing, guna memajukan dan meningkatkan penjualan dan pengembangan usaha secara optimal.

1.6.  Metode Penelitian

Penulisan ilmiah ini disusun dengan acuan beberapa metode diantaranya adalah :

Objek utama penelitian ini adalah di Alfamart Kemang Pratama 2 yang terletak di Jalan Raya Kemang Pratama Raya, Bekasi Selatan.Dalam penulisan ilmiah ini, data yang digunakan oleh penulis adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara).

Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan karyawan dan pemiliknya, yang penulis lakukan dengan cara mengikuti dan mengamati proses pekerjaan yang dilakukan di dalam minimarket Alfamart. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui buku-buku serta situs-situs resmi yang mendukung pembahasan dalam penelitian ini.

Untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan dalam penulisan ilmiah ini penulis memperoleh data dari:

  1. Studi Lapangan

Wawancara: diperlukan dalam rangka melengkapi data dengan mengajukan pertanyaan kepada pemilik dan karyawan minimarket Alfamart Kemang Pratama 2.

  1. Studi Pustaka

Penulis mengumpulkan data dari kumpulan catatan penulis serta buku-buku yang berkaitan dengan pemasaran dan penelitian ini.

Alat analisis yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah dengan menggunakan media yang diterapkan langsung oleh minimarket Alfamart.

 2


BAB III

PEMBAHASAN

 

2.1  Pengertian Pemasaran

Ditengah maraknya pasar yang kian saling bersaing satu sama lain kini bukan hanya julukan bagi Kota Bekasi, Daerah Pekayon Jaya pun demikian (wilayah kota Bekasi bagian selatan). Dengan padatnya usaha-usaha sejenis di seluruh penjuru Kota Bekasi (terlepas dari kontroversi permasalahan perizinan minimarket Alfamart), maka diperlukan strategi pemasaran yang tepat agar dapat menarik konsumen di tengah minimarket-minimarket sejenis yang lokasinya mungkin saja bersebelahan atau bersebrangan.

“Pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, budaya, politik, ekonomi, dan manajerial. Akibat dari pengaruh berbagai faktor tersebut adalah masing-masing individu maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan dengan menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang memiliki nilai komoditas.” (Freddy Rangkuti 2004 : 11).

“Pemasaran adalah sebuah fungsi manajemen penting yang diperlukan guna menciptakan permintaan produk yang anda jual.” (Paul N. Bloom dan Louise N. Boone 2006:5)

“Pemasaran secara sederhana adalah yang mengatur relasi menguntungkan dengan konsumen. Tujuan dari pemasaran adalah menciptakan nilai untuk konsumen dan untuk menangkap nilai dari konsumen atau mendapat timbal balik dari konsumen.” (Philip Kotler dan Gary Armstrong 2010)

2.2  Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan mengenai biaya pemasaran, bauran pemasaran, harga produk, kondisi produk dan alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan.

Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong yang diterjemahkan Imam Nurmawan (2001;53) menyatakan bahwa strategi pemasaran adalah logika pemasaran yang dengan unit usaha berharap dapat mencapai tujuan perusahaannya.

Menurut Fandy Tjipto yang dikutip Tull dan Kahle (2001;6) strategi pemasaran adalah sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dengan program pemasaran, yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut.

  • Strategi pemasaran adalah sebuah proses
  • Tujuan utamanya adalah untuk mencapai level tertinggi dari kepuasan konsumen dengan cara menunjukkan kinerja perusahaan dalam situasi pasar yang kompetitif dan dapat melayani pasar sasaran.
  • Strategi pemasaran melakukan interaksi dengan berbagai faktor lingkungan sekitar perusahaan dan menghubungkannya dengan perusahaan.
  • Strategi pemasaran dapat memberikan pandangan luas tentang pasar.

3

Bauran Pemasaran

Menurut Philip Kotler (1993), Bauran Pemasaran adalah serangkaian variabel pemasaran terkendali yang dipakai oleh perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang dikehendaki perusahaan dari pasar sasarannya.

Bauran pemasaran pada umumnya dikenal dengan 4P yaitu : product, price, place, promotion. Namun menurut beberapa pakar pemasaran, bauran pemasaran untuk usaha eceran perlu diperluas.

Menurut Lamb, Hair, dan McDaniel, bauran pemasaran untuk usaha eceran (retailing mix) terdiri dari enam P : empat P kombinasi bauran Pemasaran (product, place, promotion, price) ditambah personnel dan presentation. Dimana personnel terdiri dari pelayanan pelanggan dan penjualan pribadi, dan presentation terdiri dari tata letak dan suasana. Kombinasi enam P ini memproyeksikan citra toko, yang mempengaruhi persepsi para konsumen.

Di dalam pelaksanaan operasi penjualan secara eceran, penambahan personnel merupakan penjualan pribadi yang diarahkan kepada pelayanan yang diberikan, sedangkan presentation merupakan pengembangan dari promosi sebagai langkah untuk merubah perilaku konsumen dalam berbelanja yaitu dalam hal desain eksterior (luar) maupun interiornya (setting latar di dalam toko), dan memberikan kenyamanan dengan menciptakan atmosfer yang baik dari dalam toko.

Di sisi lain menurut Hendri Ma’ruf, bauran eceran terdiri dari lokasi, merchandise, pricing, periklanan dan promosi, atmosfer dalam gerai, dan retail service.

Dari definisi diatas dapat dilihat bahwa bauran eceran meliputi enam variabel utama yaitu barang dagangan, lokasi, promosi, harga, pelayanan, dan suasana toko (luar dan dalam).

Lokasi (location)

Lamb, Hair, dan McDaniel mengatakan bahwa lokasi mempengaruhi pertumbuhan di masa depan, area yang dipilih haruslah mampu untuk tumbuh dari segi ekonomi sehingga dapat mempertahankan keberlangsungan toko semula dan toko-toko di masa datang. Jika nilai lokasi memburuk, toko tersebut mungkin harus pindah atau tutup.

Menurut Hendri Ma’ruf (2005;115) lokasi adalah faktor yang sangat penting dalam bauran pemasaran ritel (retail marketing mix). Pada lokasi yang tepat, sebuah gerai akan lebih sukses dibandingkan gerai lainya yang berlokasi kurang strategis.

Barang Dagangan (Merchandising)

Menurut Asep ST Sujana (2005;33) merchandising diartikan sebagai supaya pengadaan dan penanganan barang. American Marketing Association dalam Davidson (1988) mendefinisikan merchanding sebagai upaya-upaya penyediaan barang yang tepat, pada tingkat harga yang tepat dan pada saat yang tepat pula.

4

Harga (price)

Bagi konsumen harga merupakan segala bentuk biaya moneter yang dikorbankan oleh konsumen untuk memperoleh, memiliki, memanfaatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanan dari suatu produk.

Menurut Komarudin Sastradipoera (2003;141), harga merupakan hasil pertemuan dari transaksi barang atau jasa yang dilakukan oleh permintaan dan penawaran di pasar.

Adapun pengertian harga menurut Komarudin Sastradipoera (2003;141), harga adalah sebagai jumlah sesuatu yang dipertukarkan dalam barter atau penjualan, untuk memperoleh sesuatu yang lainnya. Sebuah toko dapat menjadi terkenal karena harga jual yang ditetapkan cukup murah atau harga jual yang ditetapkan merupakan harga pasti. Berdasarkan hal itu, ritel harus dapat menetapkan harga.

Menurut H:Djaslim Saladin (2002;95) Tujuan penetapan harga adalah :

ü  Profl maximalitazion pricing (maksimalisasi keuntungan) Yaitu untuk mencapai maksimalisasi keuntungan.

ü  Market share pricing (penetapan harga untuk merebut pangsa pasar)

Dengan harga rendah, maka pasar akan dikuasai, syaratnya :

ü  Pasar cukup sensitive terhadap harga

ü  Biaya produksi dan distribusi turun jika produksi naik

ü  Harga turun pesaing sedikit

Promosi (promotion)

Di dalam perusahaan ritel sangat memerlukan promosi untuk memasarkan produk yang telah di hasilkan, dimana dalam hal ini promosi sebagai alat bantu untuk mendefinisikan produk, untuk menghimbau pembeli dan untuk meneruskan informasi dalam proses mengambil keputusan pembeli dengan adanya promosi.

Pengertian promosi menurut Buchari Alma (2004:179): ”Promosi adalah komunikasi yang memberi penjelasan dan meyakinkan calon konsumen mengenai barang dan jasa dengan tujuan untuk memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen.

Promosi pun terbagi beberapa bentuk-bentuk menurut Kotler dan Amstrong (2004:600) adalah sebagai berikut:

ü  Pemasangan iklan adalah setiap bentuk presentasi dan promosi yang memerlukan biaya tentang gagasan, barang atau jasa oleh sponsor yang jelas.

ü  Penjualan Personal adalah Presentasi personal oleh tenaga penjual dari sebuah perusahaan dengan tujuan menghasilkan transaksi penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan.

ü  Promosi Penjualan adalah insentif-insentif jangka pendek untuk mendorong penjualan produk atau jasa.

ü  Hubungan Masyarakat adalah membangun hubungan baik dengan berbagai publik perusahaan dengan sejumlah cara supaya memperoleh publisitas yang menguntungkan, membangun citra perusahaan yang bagus, dan menangani atau meluruskan rumor, cerita, serta event yang tidak menguntungkan.

ü  Pemasaran Langsung adalah hubungan-hubungan langsung dengan masing-masing pelanggan yang dibidik secara seksama dengan tujuan baik untuk memperoleh tanggapan segera, maupun untuk membina hubungan dengan pelanggan yang langgeng.

 5

Pelayanan (service)

Menurut Kotler (2007:427) mengatakan bahwa ”Pelayanan adalah tindakan atau keterampilan yang dapat ditawarkan oleh apapun juga yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan sesuatu, pelayanan dapat disertakan dengan produk yang berbentuk fisik”.

Aspek pelayanan semakin hari semakin nyata perannya, secara umum pelayanan tersebut meliputi bagaimana kecepatan melayani pelanggan sebelum berbelanja. Dengan demikian usaha eceran (retailer) harus mampu mencoba sedemikian rupa agar pelayanan yang dirasakan pelanggan meningkat serta sesuai dengan kehendak pelanggan.

Unsur pelayanan adalah unsur yang memiliki peranan penting dalam persaingan non-harga dengan pengecer-pengecer lain. Unsur-unsur pelayanan menjadi nyata bagi Perusahaan dengan bersaing dengan para pesaingnya karena unsur pelayanan sangat sulit ditiru oleh pesaing. Kotler (2007:446) membagi pelayanan menjadi dua bagian yaitu :

  • Pelayanan primer dalam usaha eceran

antara lain : pembayaran kredit, pengantaran, penanganan keluhan, pelayanan parkir, ruang istirahat termasuk toilet, pelayanan perbaikan, pelayanan telepon, kamar pas, pelayanan pemasangan, dan waktu operasi toko.

  • Pelayanan pendukung

antara lain : pelayanan kehilangan barang, ruang bermain anak, jasa pembungkusan, informasi lokasi barang, konsultasi dan informasi pembelian.

Pelayanan adalah salah satu faktor pemberi nilai tambah bagi peritel, atau peritel dapat memilih kombinasi ragam produk dan tingkat pelayanan sebagai positioning.

2.3  Suasana Dalam Toko (atmosfer)

Jika iklan bertujuan memberitahu, menarik, memikat atau mendorong konsumen, untuk datang ke gerai dan membeli barang, maka suasana toko berperan penting memikat pembeli, membuat nyaman mereka dalam memilih barang belanjaan, dan mengingatkan mereka produk apa yang perlu dimiliki baik untuk keperluan pribadi maupun keperluan rumah tangga. Gerai kecil yang tertata rapih dan menarik akan lebih mengundang pembeli dibandingkan gerai yang diatur biasa saja tetapi bersih, namun itu masih lebih menarik dari pada gerai yang tidak diatur baik dan tampak kotor.

Suasana dalam gerai menggambarkan moment of truth, yaitu situasi langsung yang dirasakan konsumen pada saat berbelanja. Jika setting suasana itu optimal maka peritel (dengan gerai yang dikunjungi konsumen) akan dapat menyentuh emosi konsumen dan memberi pengalaman berbelanja yang menyenangkan. Desain toko yang baik akan menarik banyak konsumen untuk datang, desain toko merupakan strategi penting untuk menciptakan suasana yang akan membuat pelanggan merasa betah berasa dalam suatu gerai atau toko. Desain toko yaitu desain interior yang mencakup tata letak barang, aksesoris toko sementara desain eksterior mencakup lay-out, pintu masuk, dan jalan masuk.

 6

2.4  Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah sebuah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats terlibat dalam suatu proyek atau dalam bisnis usaha. Hal ini melibatkan penentuan tujuan usaha bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang baik dan menguntungkan untuk mencapai tujuan itu.

Teori Analisis SWOT adalah sebuah teori yang digunakan untuk merencanakan sesuatu hal yang dilakukan dengan SWOT. SWOT adalah sebuah singkatan dari S adalah Strenght atau Kekuatan, W adalah Weakness atau Kelemahan, O adalah Oppurtunity atau Kesempatan, dan T adalah Threat atau Ancaman. Menurut Freddy Rangkuti (2005), SWOT adalah identitas berbagai faktor secara sistematis untuk merumusakan strategi pelayanan. Analisis ini berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan peluang namun secara bersamaan dapat meminimalkan kekurangan dan ancaman. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal dan faktor internal.

7

BAB  III

KESIMPULAN

 

 

3.1   Kesimpulan

Dalam kajian penelitian sejenis ini, penulis berpedoman pada penulis ilmiah yang sudah ada pada tahun-tahun sebelumnya yang tersedia di perpustakaan Universitas Gunadarma. Penulisan ilmiah tersebut penulis jadikan pedoman karena ada kesamaan tema dengan penelitian yang dibuat penulis. Judul penulisan tersebut antara lain :

Judul                                 : Analisis Strategi Pemasaran Pada Alfamart

Nama                               : Purubaya

NPM                                 : 10209878

Jurusan                             : Manajemen

Fakultas                            : Ekonomi

Kesimpulan                      : Analisis Strategi Pemasaran merupakan salah satu alat

yang digunakan untuk menganalisa dan mengetahui

bagaimana suatu perusahaan untuk melakukan

upaya-upaya dalam memasarkan produk-produknya.

Dalam pembahasan ini setiap strategi yang dilaksanakan

Alfamart dapat dikatakan cukup berhasil. Keberhasilan

tersebut dapat terlihat pada banyaknya produk yang

telah terjual.

 

3.2  Daftar Pustaka

 

 

8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s