Kliring (Lalulintas Moneter)

Posted: April 5, 2012 in komputerisasi lembaga keuangan perbankan

Kliring (Lalulintas Moneter)

Di dunia perbankan terdapat istilah kliring, istlah kliring ini ketika ada seseorang yang mentrasnfer uang atau dana antar bank yang berbeda, mesalnya dari Bank Mandiri ke Bank BCA atau sebaliknya. Dalam mendukung proses transaksi bisnis diperlukan adanya mekanisme lalu lintas uang, salah satunya adalah proses Kliring.

Kata Kliring sebenarnya berasal dari istilah asing, yaitu dalam bahasa inggris yang berbunyi Clearing, dalam wikipedia menyebutkan kliring merupakan salah satu istilah di dunia perbankan dan keuangan yang menunjukkan suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut. Defiinisi lain menjelaskan pengertian Kliring sebagai berikut :

“ Perhitungan utang piutang antara para peserta secara terpusat di satu tempat dengan cara saling menyerahkan surat-surat berharga dan surat-surat dagang yang telah ditetapkan untuk dapat diperhitungkan dengan mudah dan aman, serta untuk memperluas dan memperlancar lalulintas pembayaran giral”.

Tujuan dilaksanakan kliring oleh BankIndonesiaantara lain :

  1. Memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral
  2. Perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilakukan dengan lebih mudah, aman dan efisien
  3. Salah satu pelayanan bank kepada nasabah

 

Proses Lalulintas Kliring

Keterangan :

  • Si Atun adalah Nasabah Karman Bank
  • Si Ali adalah Nasabah Siti Bank

Contoh Transaksi : (Nota Debet Keluar dan Nota Debet Masuk)

  • Si Atun dan Si Ali melakukan transaksi jual beli atas sejumlah kerupuk senilai Rp 50 Juta.
  • Dalam melakukan pembayaran Si Atun meyerahkan Cek dari Karman Bank kepada Si Ali.
  • Setelah Menerima cek tersebut, lalu Si Ali segera memproses cek tersebut di Bank dimana Si Ali menjadi  Nasabah  (di Siti Bank)
  • Setelah cek diterima oleh Siti Bank, lalu mereka segera memprosesnya dengan mengeluarkan Warkat (Nota Debet Keluar) kepada LeSiga Kliring (BankIndonesia).
  • Lembaga Kliring akan meneruskan Warkat tersebut kepada Karman Bank (Nota Debet Masuk)
  • Setelah proses pengecekan warkat dan cek dinyatakan syah oleh Karman Bank,  maka dilakukan informasi kepada Lembaga Kliring untuk mendebet rekening Karman Bank di BankIndonesia (BI).
  • Setelelah proses pendebetan rekening Karman Bank selesai dilakukan, maka selanjutnya dilakukan pengkreditan pada Rekening Siti Bank di BankIndonesia(BI).

Kemudian Proses selanjutnya :

  • Si Ali akan memberikan kirman uang senilai Rp. 50 juta  kepada Si Atun.
  • Si Ali melakukan pengiriman uang tersebut dengan menulis form pengiriman uang kepada Siti Bank.
  • Lalu Siti Bank menerbitkan Nota Kredit keluar kepada Lembaga Kliring (BI).
  • Setelah menerima Nota kredit Keluar, lalu Lembaga kliring (BI) meneruskan kepada Karman Bank dengan menerbitkan Nota Kredit Masuk.
  • Lembaga kliring segera memproses yaitu dengan megkreditkan rekening Karman bank senilai Rp. 50 Juta dan mengurangi (mendebit) rekening Siti Bank senilai Rp. 50 Juta.

Catatan :

Warkat kliring yang diserahkan meliputi :

Nota Debet Keluar                           menambah

Nota Kredit Keluar,                          mengurangi

Sementara itu warkat yang akan diterima meliputi :

Nota Debet Masuk,                          mengurangi

Nota Kredit Masuk,                          menambah

Perhitungan Kliring

ND Keluar           ( +)

ND Masuk           ( – )

NK Keluar            ( – )

NK Masuk            ( +/- )

(+/-)                      ==========>      Jika (+)                  maka menang Kliring

==========>      Jika (-)                  maka kalah kliring

Setelah proses kliring berjalan, pada sore hari masing-masing bank akan membuat perhitungan kliring untuk mengetahui apakah bank tersebut menang atau kalah kliring.

  • Bank yang menang kliring adalah bank yang jumlah warkat tagihan warkat kliring melebihi pembayaran warkat kliringnya.
  • Bank yang kalah kliring justru sebaiknya, dimana pembayaran warkat kliring lebih besar dari warkat tagihan.

Untuk menjaga agar tidak terjadinya kalah kliring, oleh karenanya Bank wajib menjaga besaran Giro Wajib yang terdapat di BankIndonesia. Giro wajib tersebut umum dikenal dengan istilah “Giro Wajib Minimun”

Definisi dari GWM adalah sebagai berikut :

Giro Wajib Minimum disingkat GWM adalah jumlah dana minimum yang wajib dipelihara oleh Bank yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesiasebesar Persentase tertentu dari Dana Pihak Ketiga Bank / DPK (merupakan kewajiban Bank kepada penduduk dan bukan penduduk dalam rupiah dan valuta asing).

Dalam contoh transaksi diatas, erat kaitannya dengan salah satu jenis GWM, yaitu GWM Primer

GWM Primer adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank dalam bentuk saldo Rekening Giro pada Bank Indonesia yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari DPK. Pemenuhan GWM Primer dalam rupiah dihitung dengan meSindingkan saldo Rekening Giro Bank pada Bank Indonesia setiap akhir hari dalam 1 (satu) masa laporan terhadap rata-rata harian jumlah DPK dalam 1 (satu) masa laporan pada 2 (dua) masa laporan sebelumnya. GWM Primer dalam rupiah adalah  sebesar 8% (delapan persen) dari DPK dalam  rupiah.

 

Sebagai contoh :

 Total DPK Bank adalah Rp 1.000.000 x 8% = Rp. 80.000

Apabila total perhitungan kliring dari suatu bank mengalami kekalahan, maka dianjurkan bank tersebut meminjam dana dari bank lain atau Lembaga keuangan yang umumnya disebut dengan call money , dapat diartikan sebagai berikut “Pinjaman dana yang diberikan yang harus dibayar pada saat ada permintaan untuk pengembalian, tidak seperti pinjaman pada umumnya, call money tidak memiliki waktu pengembalian yang ditetapkan (dapat kapan saja), umumnya 1 sampai maksimal 7 hari, memiliki bunga yang relatif tinggi, namun cara untuk memperolehnya relatif cepat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s